Kring…. Suara HPku berbunyi.
Ternyata ada SMS dari nomer Hp baru, setelah aku buka ternyata isinya, “jun. via”. Ternyata SMS itu dari sahabat
lamaku. Teman semeja semasa kita masih mengenakan seragam putih biru. Tak terasa
sudah setahun semenjak pertemuan terakhir pada saat kita jalan bareng tahun
lalu aku sudah benar-benar hilang kontak dengan dia. Betapa girangya aku saat
itu, rasanya seperti menemukan sesuatu yang sudah hilang. Pantas saja kita
sudah jarang bertemu karena memang jaraklah yang mengharuskan kita seperti ini.
Via sekarang melanjutkan studynya di Universitas Indonesia sedangkan aku mendapatkan
beasiswa di Universitas swasta di kota Semarang. Karena memang latar belakang
keluarga kami sangatlah berbeda. Aku berasal dari keluarga sederhana yang hanya
mengandalkan beasiswa untuk melanjutkan study yang sangat aku impikan.
Sedangkan Via berasal dari keluarga mampu, tetapi semua itu tidak menghalangi
persahabatan kami sedikitpun. Justru dengan perbedaan itulah persahabatan kami
serasa lengkap.
Via bilang dia ingin bertemu
denganku karena dia sedang libur semester dan akhirnya dia mengajakku berenang.
Beberapa waktu yang kita rencanakan gagal karena kesibukan masing-masing.
Akhirnya hari kamis, 2 hari sebelum via balik ke Bogor kami berencana untuk
berenang. Kami janjian untuk bertemu di rumahku jam 7 pagi. Jam 7 pas aku dan
ibuku menunggu kedatangannya di depan rumah. Asyik berbincang-bicang dengan
ibu, tiba-tiba berhenti mobil merah di depan rumahku. Dan ternyata pengemudi
mobil itu adalah Via. Senang, bahagia, terharu bercapur jadi satu karena rasa
rindu yang sangat dalam akhirnya terobati. Via memarkirkaan mobilnya dan dia
turun untuk menyapa ibu dan kakakku. Ibuku sudah sangat kenal dengan via karena
memanng sejak kelas 1 SMP kita sudah sering main bareng dan viapun juga sering
main ke rumah. Dengan ramah dan tidak canggung sedikitpun via menyalami ibu dan
kakakku. Setelah ngobrol sebentar kita beragkat untuk berenang. Sembari
berenang kita saling menceritakan kehidupan baru kita masing-masing dan
bernostalgia dengan beberapa kisah kami dan kejailan yang sering kami lakukan.
Rasanya memoriku kembali kemasa silam, masa-masa indah bersamanya yang masih
tersimpan rapi di memoriku. Membuatku seakan sadar perbedaan apapun tidak bisa
memisahkan 2 orang sahabat yang saling menyayangi. Seusai berenang kami kembali
kerumahku untuk melanjutkan obrolan kami. Karena memang aku lulusan dari SMK
Farmasi dan Via sekarang melanjutkan study di jurusan Farmasi, dia banyak
sharing tentang kuliahnya. Waktu sudah menunjukkan 10.30 dan via berpamitan
kepada ibuku. Sedih memang aku harus berpisah dengan sahabatku lagi. Tetapi
inilah hidup, Sahabat tak harus selalu bersama, kita harus meraih apa yang
menjadi impian kita masing-masing. Pertemuan yang sangat singkat ini sedikit
mengobati kerinduanku kepadanya, kepada seorang sahabat lama yang sangat
berarti dalam hidupku. Sahabat yang
senantiasa menghiasi dalam setiap langkah perjalaan hidupku. Sahabat yang
selalu hidup dalam hatiku.