Friday, August 1, 2014

Menengok Kebelakang Sembari Introspeksi Diri

Mulut ini tak selalu berkata baik. Kadang menyakiti, kadang menyinggung, kadang berkata kasar. Hanya dari perkataan kecil yang sering keluar dari mulut ini tak sedikit yang membuat orang lain sedih, membuat orang lain marah bahkan kecewa. Mulut ini terkadang membisu.,membisu untuk sekedar memanjatkan doa kepada sang pencipta dan mengagungkan namaNYA.

Mata ini tak luput dari dosa. Mata ini sering melihat apa yang seharusnya tidak dilihat. Entah dengan sengaja maupun tidak. Tidak dipungkiri terkadang justru kita malah menikmati apa yang seharusnya tidak pantas untuk kita lihat. Mata ini terkadang buta, buta melihat keagungan Tuhan dan sok buta melihat orang-orang yang membutuhkan.

Tangan ini tak selalu membelai lembut. Terkadang tangan ini malah bertindak kasar da menyakiti orang lain. Terkadang tangan ini juga lebih senang dibawah daripada diatas, untuk sekedar memberikan sebagian rizki yang sebenarnya adalah hak fakir miskan. Tangan ini juga terkadag terlalu kaku untuk menolong sesama manusia.

Telinga ini apalagi. Terlalu sering mendengar perkataan yang tak sepantasnya didengar. Dan telinga ini yang terkadang tuli, tuli mendengar seruanNya. Tuli untuk medengar perintahnya, tuli mendengarkan ajakan untuk senantiasa menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. tetapi tidak tuli untuk mendengar ajakan syetan.

itulah sedikit potret diri yang patut kita renungkan bukan hal yang tidak mungkin kalau kita pernah melakukan salah satunya atau bahkan semuanya. karena pada dasarnya tidak ada manusia yang sempurna. kesempurnaan hanyalah milik Allah semata.

Bukan seberapa banyak kesalahan yang kita lakukan tetapi bagaimana kita bisa introspeksi diri untuk selalu menjadi manusia yang lebih baik lagi. Selalu membenahi kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan dan tidak terlalu larut dalam kesalahan tersebut. Karena orang yang hari ini lebih baik dari hari kemaren adalah orang yang beruntung

Sekarang, selagi masih ada waktu untuk introspeksi diri. Tinggalkan apa yang salah dan memang sepantasnya ditinggalkan. Tingkatkan Iman dan ketaqwaan kita. Segera bertaubat selagi nyawa masih berada di tubuh kita. Bukan bermaksud untuk menggurui, tetapi sebagai sesama manusia sudah sepantasnya untuk saling mengingatkan satu sama lain.

No comments:

Post a Comment