Sunday, March 16, 2014

RACANA jadi Relawan



Sabtu, 25 Januari 2014 8 anggota RACANA Ahmad Dahlan-Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Semarang  menjadi relawan korban banjir di Sayung, Demak. Mereka mendirikan posko banjir bersama dengan MDMC kota Demak. Tutut Alfiah selaku ketua koordinasi dari RACANA Ahmad Dahlan-Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Semarang mengungkapkan bahwa mereka akan berada di Sayung untuk 3 hari kedepan. Para relawan bertugas untuk mengolah bahan makanan yang sudah ada untuk dijadikan nasi bungkus. Nasi-nasi bungkus tersebut dibagikan kepada seluruh korban banjir yang tetap tinggal dirumah. Nasi bungkus dibagikan sehari 2 kali dipagi dan sore hari. Selain membagikan nasi bungkus, anggota RACANA Ahmad Dahlan-Siti Wlidah juga membawa obat-obatan untuk korban yang membutuhkan.





ANALISIS INTRINSIK DAN EKSTRINSIK



ANALISIS INTRINSIK DAN EKSTRINSIK
Cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “
A. Unsur Intrinsik
Unsur Intrinsik adalah Unsur yang membangun karya Sastra dari dalam karya satra itu sendiri.
1. Tema
*     Tema adalah inti atau landasan utama pengembangan cerita yang akan diungkapkan oleh pengarang dalam ceritanya.
Tema dalam cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “ adalah pendidikan.
2. Alur
*     Alur adalah jalan cerita atau tahapan serta pengembangan cerita. Dari mana pengarang memulai dan mengakhirinya.
Di dalam cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “ menggunakan alur maju yang terlihat pada halaman 4.
“Ujian Nasional usai dan sekarang saatnya Jully untuk menghadapi test penerimaan siswa baru. Jully melaksanakan test dengan sedikit ragu untuk bisa diterima karena persaingan yang sangat ketat. Peserta yang mengikuti test sekitar 800 orang padahal yang bisa masuk hanya 150 siswa. Ortangtua Jullypun juga sangat cemas dan takut jika Jully tidak diterima nantinya.
Seminggu setelah test berlangsung pengumumanpun keluar. Jully masuk didalam daftar siswa yang diterima.”
Pada penggalan tersebut jelas menunjukkan bahwa cerpen tersebut menggunakan alur maju. “Ujian Nasional usai dan sekarang saatnya Jully untuk menghadapi test penerimaan siswa baru”, kemudian dilanjutkan pada paragraf berikutnya yang berisi “Seminggu setelah test berlangsung pengumumanpun keluar. Jully masuk didalam daftar siswa yang diterima”
3. Latar
*     Latar cerita adalah gambaran tentang waktu, tempat,dan suasana yang digunakan dalam cerita yang memperkuat serta menghidupkan jalan cerita.
Di dalam cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “ menggunakan latar suasana dan tempat.
  1. Latar tempat           :
-        Di rumah yang ditunjukkan pada halaman 3 “Sampai suatu ketika ada saudara jauhnya yang berkunjung kerumahnya, Susan namanya.”
-        Di sekolah yang ditunjukkan pada halaman 4 “Jully melaksanakan test dengan sedikit ragu untuk bisa diterima karena persaingan yang sangat ketat.”
  1. Latar suasana         :
-        Tidak disangka ( terkejut) yang ditunjukkan pada halaman 4 “Jully masuk didalam daftar siswa yang diterima. Dan tidak disangka, Jully ternyata masuk 10 besar dari semua peserta yang mengikuti tes.”
-        Bangga, bahagia yang ditunjukkan pada halaman 4 “Dengan bangga Jully membawa kabar bahagia itu kepada orangtuanya.”
-        Bimbang yang ditunjukkan pada halaman 1 “Memasuki semester terakhir di sekolah ( kelas IX semester genap), dia mulai bimbang untuk menentukan bagaimana kelanjutan pendidikannya. Dia berkeinginan untuk melanjutkan ditingkat SMA, tetapi dia juga harus sadar bahwa penghasilan orangtuanya sangat pas-pasan.”
-        Kecewa yang ditunjukkan pada halaman 2 “. Namun, keluarga kecil itu akhirnya kecewa setelah tau besarnya biaya untuk bisa masuk disekolah itu dan biaya-biaya lain seperti uang sekolah, buku dan lain-lain.
-        Terharu yang ditunjukkan pada halaman 4 “Tetapi tak disangka Susan malah menjawab : ”kenapa harus pinjam??kan saya sudah sanggup menyekolahkan”
Mendengar perkataan seperti itu ibu Jully menangis terharu dan mengucap syukur atas apa yang telah diterimanya. Dan sekarang Jully sudah bisa bersekolah di tempat yang dia inginkan.”
4. Tokoh dan Perwatakan
*     Tokoh adalah cara pengarang menggambarkan para tokoh didalam cerita, sedangkan perwatakan adalah penggambaran karakter serta perilaku tokoh-tokoh cerita.
Tokoh dan perwatakan dalam cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “ adalah :
-        Jully    : tidak mudah menyerah yang dapat dilihat pada halaman 3 “Jully tidak patah semangat, walaupun dia belum tahu bagaimana kelanjutan pendidikannya nanti, dia tetap belajar dengan sungguh-sungguh. Dia ingin menunjukkan hasil yang terbaik untuk orangtuanya dan ingin membanggakan orangtuanya. Dan dia juga ingin mewujudkan keinginannya, dia ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa dia bisa.”
-  Ibu Jully : bijaksana yang dapat dilihat pada halaman 2 “Dan ujung-ujungnya ibunya hanya bisa berkata : “ jika Tuhan mengijinkan kamu bersekolah disitu, Tuhan pasti akan menunjukkan jalanNya, serahkan semua kepada Tuhan . Kata-kata itu yang selalu terucap diakhir pembicaraan setiap kali mereka membicarakan sekolah lanjutan.”
-        Susan : baik hati dan suka membantu yang ditunjukkan pada halaman 3 “Jullypun mengambil raportnya, setelah susan mengamati beberapa nilai jully akhirnya Susan mengambil keputusan untuk membantu biaya sekolah Jully nantinya.”
5.      Sudut Pandang
*     Sudut Pandang pengarang adalah posisi pengarang dalam cerita.
                        Dalam cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “ menggunakan sudut pandang orang ketiga yang dibuktikan dengan kata “Dia”
6.      Amanat
*     Amanat adalah pesan moral atau nasehat yang disampaikan oleh pengarang melalui cerita yang dikarangnya.
Amanat dalam cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “ adalah tidak ada yang tidak mungkin terjadi jika kita mau berusaha dan terus berdoa. Karena Tuhan selalu sayang kepada orang yang sabar dan mau berusaha. Dan sesulit apapun itu jika Tuhan menghendaki pasti Tuhan akan memberikan jalan.

7.      Bahasa
*     Bahasa adalah cara pengarang menyampaikan suatu cerita dengan berbagai macam kata yang memiliki arti tersendiri.
Bahasa yang digunakan dalam cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “ adalah bahasa Indonesia.
B. Unsur ekstrinsik
Unsur ekstrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra dari luar karya satra tersebut.
Dalam cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “ menggunakan latar belakang (pengalaman) pengarang sebagai bahan inspirasinya. Yaitu tentang pengalaman pengarang saat dia ingin meraih impian di salah satu sekolah yang dia inginkan. Dan saat kesulitan biaya menjadi masalah utama dalam menggapai impian tersebut, datanglah seorang malaikat yang dikirimkan Tuhan untuk membantu penulis mewujudkan impiannya. Setelah terus berusaha dan berdoa serta dengan bantuan tersebut akhirnya penulis bisa menuntut ilmu di sekolah yang dia inginkan.

Malaikat Penyelamat Impianku I




Hidup di jaman modern dengan segudang fasilitas yang serba canggih memang mempermudah setiap orang untuk menjalankan segala aktivitasnya. Dari mulai alat komunikasi yang semakin canggih yang bisa dinikmati oleh semua kalangan baik pelajar maupun para pekerja. Tetapi semua itu tidak bisa dinikmati oleh Jully. Seorang gadis yang lahir dari keluarga menengah kebawah yang cenderung kurang mampu. Untuk sekedar bisa makan cukup dan sekolah ditempat yang favorit, dia sudah sangat bersyukur.
Sekarang dia duduk di kelas IX di salah satu SMP favorit dikota tempat dia tinggal. Meskipun dengan segala keterbatasan, dia sangat bersemangat dalam menuntut ilmu. Untuk membayar uang sekolah setiap bulannya, dia mendapatkan beasiswa dari pihak sekolah, jadi dia bebas uang sekolah. Tambah lagi dia sering mendapat berbagai dana bantuan dari sekolah yang bisa digunakan untuk membayar buku dan peralatan sekolah lain. Itu semua adalah bantuan dari pihak sekolah untuk anak yang kurang mampu. Dikelas, dia bukan termasuk anak  yang pintar banget tetapi juga tidak termasuk dalam kategori bodoh. Dia masuk dalam kategori cukup pintar karena dia selalu masuk 10 besar peringkat kelas.
Memasuki semester terakhir di sekolah ( kelas IX semester genap), dia mulai bimbang untuk menentukan bagaimana kelanjutan pendidikannya. Dia berkeinginan untuk melanjutkan ditingkat SMA, tetapi dia juga harus sadar bahwa penghasilan orangtuanya sangat pas-pasan. Jangankan untuk masuk di SMA favorit yang dia inginkan, untuk masuk di sekolah yang tergolong biasapun itu sudah menjadi beban untuk orangtuanya. Apalagi jika meneruskan di SMA dia harusnya meneruskan kuliah.  Jika tidak, percuma dia sekolah di SMA favorit dengan biaya yang cukup besar karena dia tidak punya skill untuk bekerja.
Cita-citanya dari awal adalah di bidang kesehatan, tetapi dia juga tidak mau menjadi beban untuk orang tuanya. Salah satu alternatif adalah dia meneruskan di Sekolah Kejuruan, tetapi dia sangat tidak berminat dengan semua jurusan di semua sekolah yang ada di kotanya. Semua kebimbangan itu selalu menghantui pikirannya. Tetapi disamping itu dia juga mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian.
Di dalam kebingungan tersebut, dia berinisiatif untuk mencari informasi tentang sekolah kejuruan di bidang kesehatan. Dia terus mencari informasi dari berbagai sumber, akhirnya dia menemukan informasi tentang sekolah menengah di bidang kesehatan  tersebut dari intenet. Dia terus mencari informasi tentang sekolah tersebut dan diapun menyampaikannya kepada orangtuanya. Awalnya orangtuanya juga sangat bersemangat dan mendukung putrinya untuk meneruskan ke sekolah tersebut. Namun, keluarga kecil itu akhirnya kecewa setelah tau besarnya biaya untuk bisa masuk disekolah itu dan biaya-biaya lain seperti uang sekolah, buku dan lain-lain.
Jully sangat kecewa karena dia sangat ingin bersekolah disitu. Dia tetap berkeras hati dan membulatkan tekad dengan cara apapun dia harus bisa bersekolah disitu. Itu yang membuat hati orangtuanya sangat berat. Sebenarnya orangtuanya sangat ingin mewujudkan keinginan anaknya, tetapi keterbatasan biaya yang menjadi kendala dari semua itu. keluarga itu dihantui oleh kebingungan, setiap kali membicarakan sekolah lanjutan, Jully dan orangtuanya selalu bersedih dan menangis karena sangat bingung dengan apa yang harus mereka lakukan. Dan ujung-ujungnya ibunya hanya bisa berkata : “ jika Tuhan mengijinkan kamu bersekolah disitu, Tuhan pasti akan menunjukkan jalanNya, serahkan semua kepada Tuhan . Kata-kata itu yang selalu terucap diakhir pembicaraan setiap kali mereka membicarakan sekolah lanjutan.
Jully tidak patah semangat, walaupun dia belum tahu bagaimana kelanjutan pendidikannya nanti, dia tetap belajar dengan sungguh-sungguh. Dia ingin menunjukkan hasil yang terbaik untuk orangtuanya dan ingin membanggakan orangtuanya. Dan dia juga ingin mewujudkan keinginannya, dia ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa dia bisa.
Sampai suatu ketika ada saudara jauhnya yang berkunjung kerumahnya, Susan namanya. Susan sudah berkeluarga dan hidupnya sudah dapat dikatakan mapan bahkan berkecukupan. Susan bertanya kepada Jully
Susan  : ” sudah hampir ujian, apa kamu sudah punya rencana mau meneruskan dimana??”
Jully  : ” belum mbak, masih bingung.”
Susan : ” bingung kenapa??”
Jully hanya diam sehingga ibunya yang menjawab
ibu Jully : ” bingung mbak, Jully inginnya meneruskan di SMK kesehatan, saya sebagai orangtua sebenarnya juga ingin menuruti kemauannya itu, tapi apadaya biaya yang sangat mahal yang menjadi kendala”
Susan : " coba mbak pinjem raport kamu Jully..”
Jullypun mengambil raportnya, setelah susan mengamati beberapa nilai jully akhirnya Susan mengambil keputusan untuk membantu biaya sekolah Jully nantinya. Susan memberikan sejumlah uang kepada ibu Jully untuk membuka rekening agar mempermudah pengiriman. Setelah itu setiap bulan susan mengirimi uang di rekening ibu Jully untuk biaya masuk nantinya. Susan bagaikan malaikat yang menyelamatkan Jully dari semua kebimbangan hatinya. Sekarang Jully semakin bersemangat untuk belajar agar bisa masuk di sekolah itu.
Ujian Nasional usai dan sekarang saatnya Jully untuk menghadapi test penerimaan siswa baru. Jully melaksanakan test dengan sedikit ragu untuk bisa diterima karena persaingan yang sangat ketat. Peserta yang mengikuti test sekitar 800 orang padahal yang bisa masuk hanya 150 siswa. Ortangtua Jullypun juga sangat cemas dan takut jika Jully tidak diterima nantinya.
Seminggu setelah tes berlangsung pengumumanpun keluar. Jully masuk didalam daftar siswa yang diterima. Dan tidak disangka, Jully ternyata masuk 10 besar dari semua peserta yang mengikuti tes. Dengan bangga Jully membawa kabar bahagia itu kepada orangtuanya. Tetapi setelah dinyatakan lulus tes, 2 hari kemudian harus sudah melunasi biaya yang cukup besar. Uang yang berada di tabungan belum cukup untuk membayar uang masuk. Ibu Jully bingung harus mencari dimana uang sebanyak itu. Padahal Susan dulu bilangnya Cuma “bantu” bukan menyekolahkan. Akhirnya ibu Jully menelepon Susan untuk memberi kabar bahwa Jully lolos tes dan berkata bahwa uang ditabungan belum cukup untuk membayar biaya masuk dan ibu Jully meminta bantuan kepada Susan, pinjampun juga tidak apa-apa dan suatu saat pasti akan dikembalikan. Tetapi tak disangka Susan malah menjawab : ”kenapa harus pinjam??kan saya sudah sanggup menyekolahkan”
Mendengar perkataan seperti itu ibu Jully menangis terharu dan mengucap syukur atas apa yang telah diterimanya. Dan sekarang Jully sudah bisa bersekolah di tempat yang dia inginkan. Benar perkataan ibu Jully : ” jika Tuhan mengijinkan kamu bersekolah disitu, Tuhan pasti akan menunjukkan jalanNya, serahkan semua kepada Tuhan”. Tuhan memang selalu sayang terhadap orang yang sabar dan mau berusaha. Susan bagaikan  malaikat tak bersayap penyelamat Jully yang dikirim Tuhan untuk membantu Jully mewujudkan impiannya.

The end