Sabtu,
25 Januari 2014 8 anggota RACANA Ahmad Dahlan-Siti Walidah Universitas
Muhammadiyah Semarang menjadi relawan
korban banjir di Sayung, Demak. Mereka mendirikan posko banjir bersama dengan
MDMC kota Demak. Tutut Alfiah selaku ketua koordinasi dari RACANA Ahmad
Dahlan-Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Semarang mengungkapkan bahwa
mereka akan berada di Sayung untuk 3 hari kedepan. Para relawan bertugas untuk
mengolah bahan makanan yang sudah ada untuk dijadikan nasi bungkus. Nasi-nasi
bungkus tersebut dibagikan kepada seluruh korban banjir yang tetap tinggal
dirumah. Nasi bungkus dibagikan sehari 2 kali dipagi dan sore hari. Selain
membagikan nasi bungkus, anggota RACANA Ahmad Dahlan-Siti Wlidah juga membawa
obat-obatan untuk korban yang membutuhkan.
bermimpilah setinggi langit, tetapi segeralah bangun untuk meraih mimpi itu, karena kesuksesan tidak akan pernah datang kepada mereka yang tidak pernah mengupayakannya. Do The Best, Be The Best, For The Best
Sunday, March 16, 2014
ANALISIS INTRINSIK DAN EKSTRINSIK
ANALISIS
INTRINSIK DAN EKSTRINSIK
Cerpen
“ Malaikat Penyelamat Impianku “
A. Unsur Intrinsik
Unsur
Intrinsik adalah Unsur yang membangun karya Sastra dari dalam karya satra itu
sendiri.
1.
Tema
Tema
dalam cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “ adalah pendidikan.
2.
Alur
Di
dalam cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “ menggunakan alur maju yang
terlihat pada halaman 4.
“Ujian
Nasional usai dan sekarang saatnya Jully untuk menghadapi test penerimaan siswa
baru. Jully melaksanakan test dengan sedikit ragu untuk bisa diterima karena
persaingan yang sangat ketat. Peserta yang mengikuti test sekitar 800 orang
padahal yang bisa masuk hanya 150 siswa. Ortangtua Jullypun juga sangat cemas
dan takut jika Jully tidak diterima nantinya.
Seminggu
setelah test berlangsung pengumumanpun keluar. Jully masuk didalam daftar siswa
yang diterima.”
Pada
penggalan tersebut jelas menunjukkan bahwa cerpen tersebut menggunakan alur
maju. “Ujian Nasional usai dan sekarang saatnya Jully untuk menghadapi test
penerimaan siswa baru”, kemudian dilanjutkan pada paragraf berikutnya yang
berisi “Seminggu setelah test berlangsung pengumumanpun keluar. Jully masuk
didalam daftar siswa yang diterima”
3.
Latar
Di
dalam cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “ menggunakan latar suasana dan
tempat.
- Latar tempat :
-
Di rumah yang
ditunjukkan pada halaman 3 “Sampai suatu ketika ada saudara jauhnya yang
berkunjung kerumahnya, Susan namanya.”
-
Di sekolah yang
ditunjukkan pada halaman 4 “Jully melaksanakan test dengan sedikit ragu untuk
bisa diterima karena persaingan yang sangat ketat.”
- Latar suasana :
-
Tidak disangka (
terkejut) yang ditunjukkan pada halaman 4 “Jully masuk didalam daftar siswa
yang diterima. Dan tidak disangka, Jully ternyata masuk 10 besar dari semua
peserta yang mengikuti tes.”
-
Bangga, bahagia
yang ditunjukkan pada halaman 4 “Dengan bangga Jully membawa kabar bahagia itu
kepada orangtuanya.”
-
Bimbang yang
ditunjukkan pada halaman 1 “Memasuki semester terakhir di sekolah ( kelas IX
semester genap), dia mulai bimbang untuk menentukan bagaimana kelanjutan
pendidikannya. Dia berkeinginan untuk melanjutkan ditingkat SMA, tetapi dia
juga harus sadar bahwa penghasilan orangtuanya sangat pas-pasan.”
-
Kecewa yang
ditunjukkan pada halaman 2 “. Namun, keluarga kecil itu akhirnya kecewa setelah
tau besarnya biaya untuk bisa masuk disekolah itu dan biaya-biaya lain seperti
uang sekolah, buku dan lain-lain.
-
Terharu yang
ditunjukkan pada halaman 4 “Tetapi tak disangka Susan malah menjawab : ”kenapa harus pinjam??kan saya sudah sanggup
menyekolahkan”
Mendengar
perkataan seperti itu ibu Jully menangis terharu dan mengucap syukur atas apa
yang telah diterimanya. Dan sekarang Jully sudah bisa bersekolah di tempat yang
dia inginkan.”
4. Tokoh dan Perwatakan
Tokoh
dan perwatakan dalam cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “ adalah :
-
Jully : tidak mudah menyerah yang dapat dilihat
pada halaman 3 “Jully tidak patah semangat, walaupun dia belum tahu bagaimana
kelanjutan pendidikannya nanti, dia tetap belajar dengan sungguh-sungguh. Dia
ingin menunjukkan hasil yang terbaik untuk orangtuanya dan ingin membanggakan
orangtuanya. Dan dia juga ingin mewujudkan keinginannya, dia ingin menunjukkan
kepada semua orang bahwa dia bisa.”
-
Ibu Jully :
bijaksana yang dapat dilihat pada halaman 2 “Dan ujung-ujungnya ibunya hanya
bisa berkata : “ jika Tuhan mengijinkan
kamu bersekolah disitu, Tuhan pasti akan menunjukkan jalanNya, serahkan semua
kepada Tuhan “. Kata-kata itu
yang selalu terucap diakhir pembicaraan setiap kali mereka membicarakan sekolah
lanjutan.”
-
Susan : baik hati dan suka membantu yang ditunjukkan
pada halaman 3 “Jullypun mengambil raportnya, setelah susan mengamati beberapa
nilai jully akhirnya Susan mengambil keputusan untuk membantu biaya sekolah
Jully nantinya.”
5.
Sudut Pandang
Dalam cerpen “ Malaikat
Penyelamat Impianku “ menggunakan sudut pandang orang ketiga yang dibuktikan
dengan kata “Dia”
6.
Amanat
Amanat
dalam cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “ adalah tidak ada yang tidak
mungkin terjadi jika kita mau berusaha dan terus berdoa. Karena Tuhan selalu
sayang kepada orang yang sabar dan mau berusaha. Dan sesulit apapun itu jika
Tuhan menghendaki pasti Tuhan akan memberikan jalan.
7.
Bahasa
Bahasa
yang digunakan dalam cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “ adalah bahasa Indonesia.
B. Unsur ekstrinsik
Unsur
ekstrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra dari luar karya satra
tersebut.
Dalam
cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “ menggunakan latar belakang (pengalaman)
pengarang sebagai bahan inspirasinya. Yaitu tentang pengalaman pengarang saat
dia ingin meraih impian di salah satu sekolah yang dia inginkan. Dan saat
kesulitan biaya menjadi masalah utama dalam menggapai impian tersebut,
datanglah seorang malaikat yang dikirimkan Tuhan untuk membantu penulis
mewujudkan impiannya. Setelah terus berusaha dan berdoa serta dengan bantuan
tersebut akhirnya penulis bisa menuntut ilmu di sekolah yang dia inginkan.
Malaikat Penyelamat Impianku I
Hidup di jaman modern dengan segudang
fasilitas yang serba canggih memang mempermudah setiap orang untuk menjalankan
segala aktivitasnya. Dari mulai alat komunikasi yang semakin canggih yang bisa
dinikmati oleh semua kalangan baik pelajar maupun para pekerja. Tetapi semua
itu tidak bisa dinikmati oleh Jully. Seorang gadis yang lahir dari keluarga
menengah kebawah yang cenderung kurang mampu. Untuk sekedar bisa makan cukup
dan sekolah ditempat yang favorit, dia sudah sangat bersyukur.
Sekarang dia duduk di kelas IX di salah
satu SMP favorit dikota tempat dia tinggal. Meskipun dengan segala
keterbatasan, dia sangat bersemangat dalam menuntut ilmu. Untuk membayar uang
sekolah setiap bulannya, dia mendapatkan beasiswa dari pihak sekolah, jadi dia
bebas uang sekolah. Tambah lagi dia sering mendapat berbagai dana bantuan dari
sekolah yang bisa digunakan untuk membayar buku dan peralatan sekolah lain. Itu
semua adalah bantuan dari pihak sekolah untuk anak yang kurang mampu. Dikelas,
dia bukan termasuk anak yang pintar
banget tetapi juga tidak termasuk dalam kategori bodoh. Dia masuk dalam
kategori cukup pintar karena dia selalu masuk 10 besar peringkat kelas.
Memasuki semester terakhir di sekolah (
kelas IX semester genap), dia mulai bimbang untuk menentukan bagaimana
kelanjutan pendidikannya. Dia berkeinginan untuk melanjutkan ditingkat SMA,
tetapi dia juga harus sadar bahwa penghasilan orangtuanya sangat pas-pasan.
Jangankan untuk masuk di SMA favorit yang dia inginkan, untuk masuk di sekolah
yang tergolong biasapun itu sudah menjadi beban untuk orangtuanya. Apalagi jika
meneruskan di SMA dia harusnya meneruskan kuliah. Jika tidak, percuma dia sekolah di SMA
favorit dengan biaya yang cukup besar karena dia tidak punya skill untuk bekerja.
Cita-citanya dari awal adalah di bidang
kesehatan, tetapi dia juga tidak mau menjadi beban untuk orang tuanya. Salah satu alternatif
adalah dia meneruskan di Sekolah Kejuruan, tetapi dia sangat tidak berminat
dengan semua jurusan di semua sekolah yang ada di kotanya. Semua kebimbangan
itu selalu menghantui pikirannya. Tetapi disamping itu dia juga mempersiapkan
diri untuk menghadapi ujian.
Di dalam kebingungan tersebut, dia
berinisiatif untuk mencari informasi tentang sekolah kejuruan di bidang kesehatan.
Dia terus mencari informasi dari berbagai sumber, akhirnya dia menemukan informasi
tentang sekolah menengah di bidang kesehatan
tersebut dari intenet. Dia terus mencari informasi tentang sekolah
tersebut dan diapun menyampaikannya kepada orangtuanya. Awalnya orangtuanya
juga sangat bersemangat dan mendukung putrinya untuk meneruskan ke sekolah
tersebut. Namun, keluarga kecil itu akhirnya kecewa setelah tau besarnya biaya
untuk bisa masuk disekolah itu dan biaya-biaya lain seperti uang sekolah, buku
dan lain-lain.
Jully sangat kecewa karena dia sangat
ingin bersekolah disitu. Dia tetap berkeras hati dan membulatkan tekad dengan
cara apapun dia harus bisa bersekolah disitu. Itu yang membuat hati orangtuanya
sangat berat. Sebenarnya orangtuanya sangat ingin mewujudkan keinginan anaknya,
tetapi keterbatasan biaya yang menjadi kendala dari semua itu. keluarga itu
dihantui oleh kebingungan, setiap kali membicarakan sekolah lanjutan, Jully dan
orangtuanya selalu bersedih dan menangis karena sangat bingung dengan apa yang
harus mereka lakukan. Dan ujung-ujungnya ibunya hanya bisa berkata : “ jika Tuhan mengijinkan kamu bersekolah
disitu, Tuhan pasti akan menunjukkan jalanNya, serahkan semua kepada Tuhan “. Kata-kata itu yang selalu terucap
diakhir pembicaraan setiap kali mereka membicarakan sekolah lanjutan.
Jully tidak patah semangat, walaupun
dia belum tahu bagaimana kelanjutan pendidikannya nanti, dia tetap belajar
dengan sungguh-sungguh. Dia ingin menunjukkan hasil yang terbaik untuk
orangtuanya dan ingin membanggakan orangtuanya. Dan dia juga ingin mewujudkan
keinginannya, dia ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa dia bisa.
Sampai suatu ketika ada saudara jauhnya
yang berkunjung kerumahnya, Susan namanya. Susan sudah berkeluarga dan hidupnya
sudah dapat dikatakan mapan bahkan berkecukupan. Susan bertanya kepada Jully
Susan
: ” sudah hampir ujian, apa kamu
sudah punya rencana mau meneruskan dimana??”
Jully : ”
belum mbak, masih bingung.”
Susan : ” bingung kenapa??”
Jully hanya diam sehingga ibunya yang
menjawab
ibu Jully : ” bingung mbak, Jully inginnya meneruskan di SMK kesehatan, saya
sebagai orangtua sebenarnya juga ingin menuruti kemauannya itu, tapi apadaya
biaya yang sangat mahal yang menjadi kendala”
Susan : " coba mbak pinjem raport kamu Jully..”
Jullypun mengambil raportnya, setelah
susan mengamati beberapa nilai jully akhirnya Susan mengambil keputusan untuk
membantu biaya sekolah Jully nantinya. Susan memberikan sejumlah uang kepada
ibu Jully untuk membuka rekening agar mempermudah pengiriman. Setelah itu
setiap bulan susan mengirimi uang di rekening ibu Jully untuk biaya masuk
nantinya. Susan bagaikan malaikat yang menyelamatkan Jully dari semua
kebimbangan hatinya. Sekarang Jully semakin bersemangat untuk belajar agar bisa
masuk di sekolah itu.
Ujian Nasional usai dan sekarang
saatnya Jully untuk menghadapi test penerimaan siswa baru. Jully melaksanakan
test dengan sedikit ragu untuk bisa diterima karena persaingan yang sangat
ketat. Peserta yang mengikuti test sekitar 800 orang padahal yang bisa masuk
hanya 150 siswa. Ortangtua Jullypun juga sangat cemas dan takut jika Jully
tidak diterima nantinya.
Seminggu setelah tes berlangsung
pengumumanpun keluar. Jully masuk didalam daftar siswa yang diterima. Dan tidak
disangka, Jully ternyata masuk 10 besar dari semua peserta yang mengikuti tes.
Dengan bangga Jully membawa kabar bahagia itu kepada orangtuanya. Tetapi setelah
dinyatakan lulus tes, 2 hari kemudian harus sudah melunasi biaya yang cukup
besar. Uang yang berada di tabungan belum cukup untuk membayar uang masuk. Ibu
Jully bingung harus mencari dimana uang sebanyak itu. Padahal Susan dulu
bilangnya Cuma “bantu” bukan
menyekolahkan. Akhirnya ibu Jully menelepon Susan untuk memberi kabar bahwa Jully
lolos tes dan berkata bahwa uang ditabungan belum cukup untuk membayar biaya
masuk dan ibu Jully meminta bantuan kepada Susan, pinjampun juga tidak apa-apa
dan suatu saat pasti akan dikembalikan. Tetapi tak disangka Susan malah
menjawab : ”kenapa harus pinjam??kan saya
sudah sanggup menyekolahkan”
Mendengar perkataan seperti itu ibu
Jully menangis terharu dan mengucap syukur atas apa yang telah diterimanya. Dan
sekarang Jully sudah bisa bersekolah di tempat yang dia inginkan. Benar perkataan
ibu Jully : ” jika Tuhan mengijinkan kamu
bersekolah disitu, Tuhan pasti akan menunjukkan jalanNya, serahkan semua kepada
Tuhan”. Tuhan memang selalu sayang terhadap orang yang sabar dan mau
berusaha. Susan bagaikan malaikat tak
bersayap penyelamat Jully yang dikirim Tuhan untuk membantu Jully mewujudkan
impiannya.
The end
Subscribe to:
Posts (Atom)
