Hidup di jaman modern dengan segudang
fasilitas yang serba canggih memang mempermudah setiap orang untuk menjalankan
segala aktivitasnya. Dari mulai alat komunikasi yang semakin canggih yang bisa
dinikmati oleh semua kalangan baik pelajar maupun para pekerja. Tetapi semua
itu tidak bisa dinikmati oleh Jully. Seorang gadis yang lahir dari keluarga
menengah kebawah yang cenderung kurang mampu. Untuk sekedar bisa makan cukup
dan sekolah ditempat yang favorit, dia sudah sangat bersyukur.
Sekarang dia duduk di kelas IX di salah
satu SMP favorit dikota tempat dia tinggal. Meskipun dengan segala
keterbatasan, dia sangat bersemangat dalam menuntut ilmu. Untuk membayar uang
sekolah setiap bulannya, dia mendapatkan beasiswa dari pihak sekolah, jadi dia
bebas uang sekolah. Tambah lagi dia sering mendapat berbagai dana bantuan dari
sekolah yang bisa digunakan untuk membayar buku dan peralatan sekolah lain. Itu
semua adalah bantuan dari pihak sekolah untuk anak yang kurang mampu. Dikelas,
dia bukan termasuk anak yang pintar
banget tetapi juga tidak termasuk dalam kategori bodoh. Dia masuk dalam
kategori cukup pintar karena dia selalu masuk 10 besar peringkat kelas.
Memasuki semester terakhir di sekolah (
kelas IX semester genap), dia mulai bimbang untuk menentukan bagaimana
kelanjutan pendidikannya. Dia berkeinginan untuk melanjutkan ditingkat SMA,
tetapi dia juga harus sadar bahwa penghasilan orangtuanya sangat pas-pasan.
Jangankan untuk masuk di SMA favorit yang dia inginkan, untuk masuk di sekolah
yang tergolong biasapun itu sudah menjadi beban untuk orangtuanya. Apalagi jika
meneruskan di SMA dia harusnya meneruskan kuliah. Jika tidak, percuma dia sekolah di SMA
favorit dengan biaya yang cukup besar karena dia tidak punya skill untuk bekerja.
Cita-citanya dari awal adalah di bidang
kesehatan, tetapi dia juga tidak mau menjadi beban untuk orang tuanya. Salah satu alternatif
adalah dia meneruskan di Sekolah Kejuruan, tetapi dia sangat tidak berminat
dengan semua jurusan di semua sekolah yang ada di kotanya. Semua kebimbangan
itu selalu menghantui pikirannya. Tetapi disamping itu dia juga mempersiapkan
diri untuk menghadapi ujian.
Di dalam kebingungan tersebut, dia
berinisiatif untuk mencari informasi tentang sekolah kejuruan di bidang kesehatan.
Dia terus mencari informasi dari berbagai sumber, akhirnya dia menemukan informasi
tentang sekolah menengah di bidang kesehatan
tersebut dari intenet. Dia terus mencari informasi tentang sekolah
tersebut dan diapun menyampaikannya kepada orangtuanya. Awalnya orangtuanya
juga sangat bersemangat dan mendukung putrinya untuk meneruskan ke sekolah
tersebut. Namun, keluarga kecil itu akhirnya kecewa setelah tau besarnya biaya
untuk bisa masuk disekolah itu dan biaya-biaya lain seperti uang sekolah, buku
dan lain-lain.
Jully sangat kecewa karena dia sangat
ingin bersekolah disitu. Dia tetap berkeras hati dan membulatkan tekad dengan
cara apapun dia harus bisa bersekolah disitu. Itu yang membuat hati orangtuanya
sangat berat. Sebenarnya orangtuanya sangat ingin mewujudkan keinginan anaknya,
tetapi keterbatasan biaya yang menjadi kendala dari semua itu. keluarga itu
dihantui oleh kebingungan, setiap kali membicarakan sekolah lanjutan, Jully dan
orangtuanya selalu bersedih dan menangis karena sangat bingung dengan apa yang
harus mereka lakukan. Dan ujung-ujungnya ibunya hanya bisa berkata : “ jika Tuhan mengijinkan kamu bersekolah
disitu, Tuhan pasti akan menunjukkan jalanNya, serahkan semua kepada Tuhan “. Kata-kata itu yang selalu terucap
diakhir pembicaraan setiap kali mereka membicarakan sekolah lanjutan.
Jully tidak patah semangat, walaupun
dia belum tahu bagaimana kelanjutan pendidikannya nanti, dia tetap belajar
dengan sungguh-sungguh. Dia ingin menunjukkan hasil yang terbaik untuk
orangtuanya dan ingin membanggakan orangtuanya. Dan dia juga ingin mewujudkan
keinginannya, dia ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa dia bisa.
Sampai suatu ketika ada saudara jauhnya
yang berkunjung kerumahnya, Susan namanya. Susan sudah berkeluarga dan hidupnya
sudah dapat dikatakan mapan bahkan berkecukupan. Susan bertanya kepada Jully
Susan
: ” sudah hampir ujian, apa kamu
sudah punya rencana mau meneruskan dimana??”
Jully : ”
belum mbak, masih bingung.”
Susan : ” bingung kenapa??”
Jully hanya diam sehingga ibunya yang
menjawab
ibu Jully : ” bingung mbak, Jully inginnya meneruskan di SMK kesehatan, saya
sebagai orangtua sebenarnya juga ingin menuruti kemauannya itu, tapi apadaya
biaya yang sangat mahal yang menjadi kendala”
Susan : " coba mbak pinjem raport kamu Jully..”
Jullypun mengambil raportnya, setelah
susan mengamati beberapa nilai jully akhirnya Susan mengambil keputusan untuk
membantu biaya sekolah Jully nantinya. Susan memberikan sejumlah uang kepada
ibu Jully untuk membuka rekening agar mempermudah pengiriman. Setelah itu
setiap bulan susan mengirimi uang di rekening ibu Jully untuk biaya masuk
nantinya. Susan bagaikan malaikat yang menyelamatkan Jully dari semua
kebimbangan hatinya. Sekarang Jully semakin bersemangat untuk belajar agar bisa
masuk di sekolah itu.
Ujian Nasional usai dan sekarang
saatnya Jully untuk menghadapi test penerimaan siswa baru. Jully melaksanakan
test dengan sedikit ragu untuk bisa diterima karena persaingan yang sangat
ketat. Peserta yang mengikuti test sekitar 800 orang padahal yang bisa masuk
hanya 150 siswa. Ortangtua Jullypun juga sangat cemas dan takut jika Jully
tidak diterima nantinya.
Seminggu setelah tes berlangsung
pengumumanpun keluar. Jully masuk didalam daftar siswa yang diterima. Dan tidak
disangka, Jully ternyata masuk 10 besar dari semua peserta yang mengikuti tes.
Dengan bangga Jully membawa kabar bahagia itu kepada orangtuanya. Tetapi setelah
dinyatakan lulus tes, 2 hari kemudian harus sudah melunasi biaya yang cukup
besar. Uang yang berada di tabungan belum cukup untuk membayar uang masuk. Ibu
Jully bingung harus mencari dimana uang sebanyak itu. Padahal Susan dulu
bilangnya Cuma “bantu” bukan
menyekolahkan. Akhirnya ibu Jully menelepon Susan untuk memberi kabar bahwa Jully
lolos tes dan berkata bahwa uang ditabungan belum cukup untuk membayar biaya
masuk dan ibu Jully meminta bantuan kepada Susan, pinjampun juga tidak apa-apa
dan suatu saat pasti akan dikembalikan. Tetapi tak disangka Susan malah
menjawab : ”kenapa harus pinjam??kan saya
sudah sanggup menyekolahkan”
Mendengar perkataan seperti itu ibu
Jully menangis terharu dan mengucap syukur atas apa yang telah diterimanya. Dan
sekarang Jully sudah bisa bersekolah di tempat yang dia inginkan. Benar perkataan
ibu Jully : ” jika Tuhan mengijinkan kamu
bersekolah disitu, Tuhan pasti akan menunjukkan jalanNya, serahkan semua kepada
Tuhan”. Tuhan memang selalu sayang terhadap orang yang sabar dan mau
berusaha. Susan bagaikan malaikat tak
bersayap penyelamat Jully yang dikirim Tuhan untuk membantu Jully mewujudkan
impiannya.
The end

No comments:
Post a Comment