Sunday, March 16, 2014

ANALISIS INTRINSIK DAN EKSTRINSIK



ANALISIS INTRINSIK DAN EKSTRINSIK
Cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “
A. Unsur Intrinsik
Unsur Intrinsik adalah Unsur yang membangun karya Sastra dari dalam karya satra itu sendiri.
1. Tema
*     Tema adalah inti atau landasan utama pengembangan cerita yang akan diungkapkan oleh pengarang dalam ceritanya.
Tema dalam cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “ adalah pendidikan.
2. Alur
*     Alur adalah jalan cerita atau tahapan serta pengembangan cerita. Dari mana pengarang memulai dan mengakhirinya.
Di dalam cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “ menggunakan alur maju yang terlihat pada halaman 4.
“Ujian Nasional usai dan sekarang saatnya Jully untuk menghadapi test penerimaan siswa baru. Jully melaksanakan test dengan sedikit ragu untuk bisa diterima karena persaingan yang sangat ketat. Peserta yang mengikuti test sekitar 800 orang padahal yang bisa masuk hanya 150 siswa. Ortangtua Jullypun juga sangat cemas dan takut jika Jully tidak diterima nantinya.
Seminggu setelah test berlangsung pengumumanpun keluar. Jully masuk didalam daftar siswa yang diterima.”
Pada penggalan tersebut jelas menunjukkan bahwa cerpen tersebut menggunakan alur maju. “Ujian Nasional usai dan sekarang saatnya Jully untuk menghadapi test penerimaan siswa baru”, kemudian dilanjutkan pada paragraf berikutnya yang berisi “Seminggu setelah test berlangsung pengumumanpun keluar. Jully masuk didalam daftar siswa yang diterima”
3. Latar
*     Latar cerita adalah gambaran tentang waktu, tempat,dan suasana yang digunakan dalam cerita yang memperkuat serta menghidupkan jalan cerita.
Di dalam cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “ menggunakan latar suasana dan tempat.
  1. Latar tempat           :
-        Di rumah yang ditunjukkan pada halaman 3 “Sampai suatu ketika ada saudara jauhnya yang berkunjung kerumahnya, Susan namanya.”
-        Di sekolah yang ditunjukkan pada halaman 4 “Jully melaksanakan test dengan sedikit ragu untuk bisa diterima karena persaingan yang sangat ketat.”
  1. Latar suasana         :
-        Tidak disangka ( terkejut) yang ditunjukkan pada halaman 4 “Jully masuk didalam daftar siswa yang diterima. Dan tidak disangka, Jully ternyata masuk 10 besar dari semua peserta yang mengikuti tes.”
-        Bangga, bahagia yang ditunjukkan pada halaman 4 “Dengan bangga Jully membawa kabar bahagia itu kepada orangtuanya.”
-        Bimbang yang ditunjukkan pada halaman 1 “Memasuki semester terakhir di sekolah ( kelas IX semester genap), dia mulai bimbang untuk menentukan bagaimana kelanjutan pendidikannya. Dia berkeinginan untuk melanjutkan ditingkat SMA, tetapi dia juga harus sadar bahwa penghasilan orangtuanya sangat pas-pasan.”
-        Kecewa yang ditunjukkan pada halaman 2 “. Namun, keluarga kecil itu akhirnya kecewa setelah tau besarnya biaya untuk bisa masuk disekolah itu dan biaya-biaya lain seperti uang sekolah, buku dan lain-lain.
-        Terharu yang ditunjukkan pada halaman 4 “Tetapi tak disangka Susan malah menjawab : ”kenapa harus pinjam??kan saya sudah sanggup menyekolahkan”
Mendengar perkataan seperti itu ibu Jully menangis terharu dan mengucap syukur atas apa yang telah diterimanya. Dan sekarang Jully sudah bisa bersekolah di tempat yang dia inginkan.”
4. Tokoh dan Perwatakan
*     Tokoh adalah cara pengarang menggambarkan para tokoh didalam cerita, sedangkan perwatakan adalah penggambaran karakter serta perilaku tokoh-tokoh cerita.
Tokoh dan perwatakan dalam cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “ adalah :
-        Jully    : tidak mudah menyerah yang dapat dilihat pada halaman 3 “Jully tidak patah semangat, walaupun dia belum tahu bagaimana kelanjutan pendidikannya nanti, dia tetap belajar dengan sungguh-sungguh. Dia ingin menunjukkan hasil yang terbaik untuk orangtuanya dan ingin membanggakan orangtuanya. Dan dia juga ingin mewujudkan keinginannya, dia ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa dia bisa.”
-  Ibu Jully : bijaksana yang dapat dilihat pada halaman 2 “Dan ujung-ujungnya ibunya hanya bisa berkata : “ jika Tuhan mengijinkan kamu bersekolah disitu, Tuhan pasti akan menunjukkan jalanNya, serahkan semua kepada Tuhan . Kata-kata itu yang selalu terucap diakhir pembicaraan setiap kali mereka membicarakan sekolah lanjutan.”
-        Susan : baik hati dan suka membantu yang ditunjukkan pada halaman 3 “Jullypun mengambil raportnya, setelah susan mengamati beberapa nilai jully akhirnya Susan mengambil keputusan untuk membantu biaya sekolah Jully nantinya.”
5.      Sudut Pandang
*     Sudut Pandang pengarang adalah posisi pengarang dalam cerita.
                        Dalam cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “ menggunakan sudut pandang orang ketiga yang dibuktikan dengan kata “Dia”
6.      Amanat
*     Amanat adalah pesan moral atau nasehat yang disampaikan oleh pengarang melalui cerita yang dikarangnya.
Amanat dalam cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “ adalah tidak ada yang tidak mungkin terjadi jika kita mau berusaha dan terus berdoa. Karena Tuhan selalu sayang kepada orang yang sabar dan mau berusaha. Dan sesulit apapun itu jika Tuhan menghendaki pasti Tuhan akan memberikan jalan.

7.      Bahasa
*     Bahasa adalah cara pengarang menyampaikan suatu cerita dengan berbagai macam kata yang memiliki arti tersendiri.
Bahasa yang digunakan dalam cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “ adalah bahasa Indonesia.
B. Unsur ekstrinsik
Unsur ekstrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra dari luar karya satra tersebut.
Dalam cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “ menggunakan latar belakang (pengalaman) pengarang sebagai bahan inspirasinya. Yaitu tentang pengalaman pengarang saat dia ingin meraih impian di salah satu sekolah yang dia inginkan. Dan saat kesulitan biaya menjadi masalah utama dalam menggapai impian tersebut, datanglah seorang malaikat yang dikirimkan Tuhan untuk membantu penulis mewujudkan impiannya. Setelah terus berusaha dan berdoa serta dengan bantuan tersebut akhirnya penulis bisa menuntut ilmu di sekolah yang dia inginkan.

No comments:

Post a Comment