Tuesday, October 21, 2014

Tempat Tidur Abadi Ayahku



Sore hari yang indah Aku bersama Ibuku menonton salah satu acara televisi yang menayangkan beberapa tempat liburan. Namaku Nira, waktu itu aku baru berusia 8 tahun. Aku tertarik dengan salah satu permainan yang ditayangkan yaitu “halilintar”. Karena penasaran dengan perminan itu aku mengajak Ibu untuk pergi kesana, dan anehnya Ibuku langsung menyetujui padahal permainan itu berada di kota Jakarta. Kata Ibu sekalian kita akan berlibur ke Bandung juga
Bandung adalah kota kelahiran Ayahku. Sejak Ibu memutuskan untuk menetap di Jawa dan Ayahku tetap bekerja di Bandung, Aku hanya tinggal bersama Ibu. Terakhir aku bertemu dengan ayahku ketika aku berusia 1 tahun. Itupun kata Ibu karena aku sudah tidak ingat lagi. Jadi aku berpikir liburan kali ini Aku akan bertemu dengan Ayahku.
Liburan semester yang ditunggu akhirnya datang. Aku dan Ibu bersiap berangkat ke Bandung. Setelah menempuh peerjalanan sekitar 8 jam menggunakan kereta akhirnya Aku dan Ibu sampai di kota  Bandung.
sesampainya di kota Bandung Ibuku mengajakku kerumah Adik sepupu dari Ayahku, Om Asep namanya. Setelah istirahat sejenak aku diajak oleh Tante Ating, istri dari Om Asep untuk jalan-jalan desikitar rumah aku hanya mengiyakan. Sekembalinya Aku kerumah Om Asep aku melihat wajah Ibuku sedih dan matanya sembab seperti habis menangis. Tetapi Aku tidak memperdulikan itu. Merasa capeknya sedikit hilang, Aku ingat kalau Ibu janji akan megajakku liburan ke arena bermain yang berada di Jakarta. Aku langsung mengajak Ibu ke Jakarta agar bisa segera pergi ke arena bermain.
Setelah 3 hari Aku menginap di rumah saudara Ibu yang tinggal di Jakarta, hari berikutnya Ibu mengajakku ke arena bermain yang Aku inginkan. Seharian penuh kami habiskan untuk bermain di arena bermain dan sorenya ke pantai. hari itu adalah hari yang paling berkesan. Aku bisa berlibur ke tempat yang Aku inginkan bersama Ibu tercinta. Kebahagiaan itu rasanya belum lengkap ketika tidak adanya kehadiran Ayah. Aku baru sadar kalau tujuanku berlibur juga untuk bertemu dengan Ayahku.
Esok harinya ibuku mengajakku untuk kembli ke Bandung lagi. 2 hari di Bandung Aku dan Ibu hanya berdiam di rumah Om Asep. Sampai pada suatu sore Om Asep yang baru pulang kerja mengajakku pergi bermain katanya. Setelah mendapat persetujuan Ibu aku ikut dengan Om Asep
Om Asep mengendarai motornya menuju ke daerah yang benar-benar Aku tidak tahu. Sampai pada akhirnya motor Om Asep berhenti di dekat pemakaman, Aku semakin bingung, pikirku mungkin Om Asep ziarah ke makam temannya terlebih dahulu. Aku semakin bingung lagi ketika melihat papan nama di makam tersebut. Di papan nama itu tertulis dengan jelas nama Ayahku beserta nama kakekku. Aku yang masih berumur 8 tahun tidak tahu harus berbuat apa dan bersikap bagaimana. Aku hanya diam dengan sejuta tanda Tanya yang menyelimuti pikiraku. Akupun tidak berani menanyakannya kepada Om Asep.
            Seusai berdoa Om Asep mengajakku pulang. Aneh memang, apa maksud dari ini semua? Om Asep mengajakku ke makam yang bertuliskan nama Ayahku disana dan Om Asep tidak mengucapkan sepatah katapun ketika berada disana. Akhirnya kami sampai rumah, aku masuk dengan pikiran yang penuh dengan tanda tanya. Apa itu benar makam ayahku?? Apa ayahku sudah meinggal? entahlah, aku terlalu takut jika pertanyaanku nanti membuat Ibuku sedih. Aku tidak ingin melihat Ibuku sedih apalagi menangis.
            Malam harinya Ibuku mengajakku pergi kerumah teman lamanya. Sepanjang perjalanan aku dan ibuku hanya diam. Akhirnya aku memecahkan keheningan dengan menceritakan kejadian tadi siang. “bu, aku tadi diajak Om Asep ke makam trus dipapan nama itu tertulis nama Wawan Rahwan, kok seperti nama ayah ya bu?”, kataku. Dengan nada rendah ibuku menjawab: ” iya, itu memang ayahmu”.
            Hatiku rasanya seperti tertusuk ketika aku harus menerima kalau aku tidak akan pernah bisa bertemu dengan Ayahku lagi. Aku hanya bisa memandangi tempat tidur abadi Ayahku dan berdoa kepada Allah agar Ayahku berada di tempat yang terbaik. Dan sampai seterusnya aku tidak akan pernah merasakan kasih sayang seorang Ayah.

Saturday, September 20, 2014

kerinduan

air mata tak dapat terbendung lagi, menetes membasahi pipi. Mengalir hangat bersama kerinduan yang mendalam. Rindu akan sosok yang sangat berharga di dalam hidupku. Dia adalah Ibu, pelita hidupku sepanjang masa. Tak pernah lelah menyayangi dan mengasihiku. Dari sejak pertama aku bisa merasakan dunia, kelembutan tangannya yang senantiasa menjagaku seakan tak ingin aku tergores sedikitpun. Hingga aku mulai tumbuh, mulai mengenal isi dunia, beliau setia mendampinngiku seorang diri. Mengajarkan aku dan membimbingku untuk menjadi manusia yang lebih berguna. Dari tengkurap, merangkak, berbicara, berjalan, setiap perkembangan itu tak pernah luput dari pengawasannnya. Tak pernah ada kata lelah darinya. Kini aku mulai tumbuh menjadi gadis dewasa. Tumbuh menjadi gadis yang sudah mengenal taggung jawab. Tanggung jawab belajar untuk menjadi manusia yang lebih berguna. Menjadi manusia yang lebih baik dari ibu, kata itulah yang sering keluar dari mulut ibu. Tetapi rasanya hal itu tak mungkin terjadi. Kesuksesanku nantinya karena kesuksesan ibu dalam mendidikku. Dan kehebatanku karena hebatnya ibu dalam meyakinkanku untuk tetap beertahan dalam segala situasi.

Bertahan dalam kejamnya hidup di kota perantauan. Kota yang sebelumnya tidak pernah aku sambangi. Tetapi demi kesuksesan aku harus bertahan di tempat ini seorang diri. Menahan gejolak jiwa yang seakan memberontak untuk segera kembali ke kampung halaman. Menahan rindu yang sangat menusuk, rindu akan semua yang menghiasi hidupku disana, rindu akan permata hidup yang senantiasa mendampingiku. Tetapi rasanya aku harus menjadi seorang pembohong besar. Aku harus menyimpan serapi mungkin isak tangis yang memberontak ingin keluar ketika aku mendengar hangatnya perkataan ibu. Aku harus berkata bahwa aku baik-baik saja dan aku nyamaan disini walaupun dalam hatiku memberontak dan air mataku tak dapat terbendung. Aku sadar bahwa sebenarnya ibuku juga merasakan hal yang sama.

Thursday, September 18, 2014

Untukmu Sahabat

Sahabat..
masih ingatkah saat-saat pertama kali kita bertemu??
tak pernah terfikir sedikitpun dibenakku, pertemuan itu adalah awal memori indah
memori tantang indahnya cinta kasih persahabatan.
aku dan kamu memiliki latar belakang yang berbeda
kita juga memiliki sifat yang berbeda.
mungkin bayak orang yang bertaanya-tanya tentang kedekatan kita.
kebersamaan kita ibarat pena yang senantiasa menuliskan cerita di kertas.
entah itu cerita indah ataupun sebaliknya


sahabat..
langkah kakiku yang awalnya berat
langkah kakiku yang seakan kaku dan tak mampu lagi untuk beranjak
tanpa aku sadari kaki ini mulai ringaan untuk melangkah
melagkah menggapai bintang bersamamu,


sahabat...
ketika hatiku kaku, hatiku pilu
hatiku rindu akan orang-orang yang berharga di dalam hidupku.
engkau tak pernah lelah menghapus air mataku,
menggantikan air mata rindu menjadi seuntai senyuman indah,
senyuman yang menyadarkanku bahwa disisiku ada malaikat yang sagat berharga dihidupku

sahabat.....
ketika tangan ini mulai lelah.
kau tak pernah berhenti untuk menggenggamnya,
memeluk erat diri ini seakan tak ingin terlepas
menyalurkan hangatnya cinta kasih
cinta kasih yang seakan mengobati semua rasa lelah


sahabat,
ketika air mata ini tak dapat terbendung lagi,
mengingat memori indah yang terekam.
aku hanya berharap ini adalah air mata bahagia
air mata bangga dan bersyukur
bersyukur karena Tuhan menganugerahkan sosok sepertimu

sahabat..
mungkin khilafku sering menggores hatimu,
tapi sungguh jauh di lubuk hatiku, namamu tersimpan dengan jelas
memori-memori bersamamu tertata rapi di dalam hatiku,
aku hanya bisa berharap Tuhan akan selalu meridhoi setiap langkah kita.
 langkah yang tak selalu berjalan dengan mulus
terkadang salah satu dari kita tersandung bebatuan
tetapi ingatlah tangan ini tak akan lepas untuk membantu bangkit dan berdiri lagi
berjalan bersama dalam menggapai asa. ..

Dendam Pembawa Penyakit Hati

Dendam. kata itu yang sering muncul ketika hati tersakiti oleh orang lain. ketika hati tak mampu mengucapkan kata maaf, walaupun lisan sudah berucap memaafkan. dendam adalah pembawa penyakit hati yang lama-kelamaan dapat meggerogoti jiwa manusia. suudzon, iri merupakan penyakit hati yang muncul ketika manusia tidak bisa meghindari dendam. sungguh jauh lebih mulia ikhlas memaafkan kesalahan orang lain dan berusaha introspeksi diri. tidak selamanya manusia itu benar pasti manusia pernah salah dan khilaf. tidak ada manusia yang sempurna. karena sejatinya kesempurnaan hanyalah milik Allah semata.

Friday, August 29, 2014

Pertemuan Singkat dengan Sahabat lama



            Kring…. Suara HPku berbunyi. Ternyata ada SMS dari nomer Hp baru, setelah aku buka ternyata isinya,  “jun. via”. Ternyata SMS itu dari sahabat lamaku. Teman semeja semasa kita masih mengenakan seragam putih biru. Tak terasa sudah setahun semenjak pertemuan terakhir pada saat kita jalan bareng tahun lalu aku sudah benar-benar hilang kontak dengan dia. Betapa girangya aku saat itu, rasanya seperti menemukan sesuatu yang sudah hilang. Pantas saja kita sudah jarang bertemu karena memang jaraklah yang mengharuskan kita seperti ini. Via sekarang melanjutkan studynya di Universitas Indonesia sedangkan aku mendapatkan beasiswa di Universitas swasta di kota Semarang. Karena memang latar belakang keluarga kami sangatlah berbeda. Aku berasal dari keluarga sederhana yang hanya mengandalkan beasiswa untuk melanjutkan study yang sangat aku impikan. Sedangkan Via berasal dari keluarga mampu, tetapi semua itu tidak menghalangi persahabatan kami sedikitpun. Justru dengan perbedaan itulah persahabatan kami serasa lengkap.
            Via bilang dia ingin bertemu denganku karena dia sedang libur semester dan akhirnya dia mengajakku berenang. Beberapa waktu yang kita rencanakan gagal karena kesibukan masing-masing. Akhirnya hari kamis, 2 hari sebelum via balik ke Bogor kami berencana untuk berenang. Kami janjian untuk bertemu di rumahku jam 7 pagi. Jam 7 pas aku dan ibuku menunggu kedatangannya di depan rumah. Asyik berbincang-bicang dengan ibu, tiba-tiba berhenti mobil merah di depan rumahku. Dan ternyata pengemudi mobil itu adalah Via. Senang, bahagia, terharu bercapur jadi satu karena rasa rindu yang sangat dalam akhirnya terobati. Via memarkirkaan mobilnya dan dia turun untuk menyapa ibu dan kakakku. Ibuku sudah sangat kenal dengan via karena memanng sejak kelas 1 SMP kita sudah sering main bareng dan viapun juga sering main ke rumah. Dengan ramah dan tidak canggung sedikitpun via menyalami ibu dan kakakku. Setelah ngobrol sebentar kita beragkat untuk berenang. Sembari berenang kita saling menceritakan kehidupan baru kita masing-masing dan bernostalgia dengan beberapa kisah kami dan kejailan yang sering kami lakukan. Rasanya memoriku kembali kemasa silam, masa-masa indah bersamanya yang masih tersimpan rapi di memoriku. Membuatku seakan sadar perbedaan apapun tidak bisa memisahkan 2 orang sahabat yang saling menyayangi. Seusai berenang kami kembali kerumahku untuk melanjutkan obrolan kami. Karena memang aku lulusan dari SMK Farmasi dan Via sekarang melanjutkan study di jurusan Farmasi, dia banyak sharing tentang kuliahnya. Waktu sudah menunjukkan 10.30 dan via berpamitan kepada ibuku. Sedih memang aku harus berpisah dengan sahabatku lagi. Tetapi inilah hidup, Sahabat tak harus selalu bersama, kita harus meraih apa yang menjadi impian kita masing-masing. Pertemuan yang sangat singkat ini sedikit mengobati kerinduanku kepadanya, kepada seorang sahabat lama yang sangat berarti dalam  hidupku. Sahabat yang senantiasa menghiasi dalam setiap langkah perjalaan hidupku. Sahabat yang selalu hidup dalam hatiku.

Friday, August 1, 2014

Menengok Kebelakang Sembari Introspeksi Diri

Mulut ini tak selalu berkata baik. Kadang menyakiti, kadang menyinggung, kadang berkata kasar. Hanya dari perkataan kecil yang sering keluar dari mulut ini tak sedikit yang membuat orang lain sedih, membuat orang lain marah bahkan kecewa. Mulut ini terkadang membisu.,membisu untuk sekedar memanjatkan doa kepada sang pencipta dan mengagungkan namaNYA.

Mata ini tak luput dari dosa. Mata ini sering melihat apa yang seharusnya tidak dilihat. Entah dengan sengaja maupun tidak. Tidak dipungkiri terkadang justru kita malah menikmati apa yang seharusnya tidak pantas untuk kita lihat. Mata ini terkadang buta, buta melihat keagungan Tuhan dan sok buta melihat orang-orang yang membutuhkan.

Tangan ini tak selalu membelai lembut. Terkadang tangan ini malah bertindak kasar da menyakiti orang lain. Terkadang tangan ini juga lebih senang dibawah daripada diatas, untuk sekedar memberikan sebagian rizki yang sebenarnya adalah hak fakir miskan. Tangan ini juga terkadag terlalu kaku untuk menolong sesama manusia.

Telinga ini apalagi. Terlalu sering mendengar perkataan yang tak sepantasnya didengar. Dan telinga ini yang terkadang tuli, tuli mendengar seruanNya. Tuli untuk medengar perintahnya, tuli mendengarkan ajakan untuk senantiasa menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. tetapi tidak tuli untuk mendengar ajakan syetan.

itulah sedikit potret diri yang patut kita renungkan bukan hal yang tidak mungkin kalau kita pernah melakukan salah satunya atau bahkan semuanya. karena pada dasarnya tidak ada manusia yang sempurna. kesempurnaan hanyalah milik Allah semata.

Bukan seberapa banyak kesalahan yang kita lakukan tetapi bagaimana kita bisa introspeksi diri untuk selalu menjadi manusia yang lebih baik lagi. Selalu membenahi kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan dan tidak terlalu larut dalam kesalahan tersebut. Karena orang yang hari ini lebih baik dari hari kemaren adalah orang yang beruntung

Sekarang, selagi masih ada waktu untuk introspeksi diri. Tinggalkan apa yang salah dan memang sepantasnya ditinggalkan. Tingkatkan Iman dan ketaqwaan kita. Segera bertaubat selagi nyawa masih berada di tubuh kita. Bukan bermaksud untuk menggurui, tetapi sebagai sesama manusia sudah sepantasnya untuk saling mengingatkan satu sama lain.

Thursday, July 31, 2014

Profesionalitas

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Profesionlitas berarti kemampuan untuk bertindak secara profesional. Sedangkan Profesional itu sendiri mempunyai arti suatu hal yang berhubungan dengan profesi. Dan Profesi berarti suatu bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan, kejuruan, dsb) tertentu.

Didalam suatu pekerjaan diperlukan suatu profesionalitas yang tinggi. Dengan tidak mencampur adukkan urusan pribadi dengan urusan pekerjaan itu sudah bisa disebut dengan profesional. Ketika kita sedang mempunyai masalah pribadi, dan masalah itu membuat kita sedih. Ketika bekerja kita harus tetap tersenyum apalagi ketika sedang berhadapan dengan pelanggan. Begitu juga sebaliknya, ketika kita mempunyai masalah di dalam pekrjaan. Kita harus tetap tersenyum dan tidak membawa masalah tersebut ke dalam pribadi kita. Sebagai pekerja yang profesional sudah selayaknya tahu porsi-porsi mana yang menjadi urusan pribadi dan urusan pekerjaan. Agar keduanya
bisa berjalan beriringan dan kita sama-sama sukses di dua bidang tersebut.

Saturday, July 26, 2014

Manisnya Kebersamaan Alumni IX A ESSAKA 2010

Awalnya tidak saling mengenal, bahkann belum pernah bertemu. Pertemuan diawali ketika kita sama-sama singgah untuk menimba ilmu di SMP N 1 Klaten. Takdir Tuhan yang meyatukan kita di dalam satu ruangan, satu ikatan keluarga VII A (2007) yang mungkin awalnya hambar, hanya sebatas tegur sapa. Waktu terus berjalan, tanpa kita sadari kita telah melewati waktu satu tahun bersama. Canda tawa, suka duka kita lewati bersama. Seiring dengan berjalannya waktu kita mulai mengenal satu sama lain. Mulai  megerti karakter masing-masing.

Setahun berlalu badge di baju kita juga sudah berganti degan tulisan VIIA (2008)  , kata orang-orang di jenjang inilah yang paling membahagiakan. Benar, di jenjang ini kebersamaan semakin erat dan rasa kekeluargaannya semakin terlihat. Saling membantu satu sama lain, saling kompak. Semua itu terus berjalan hingga ke jenjang berikutnya. kita bukan lagi menjadi keluarga besar VIIA tetapi kita telah menjadi keluara besar IXA (2009).

Manisnya kebersamaan dan hangatnya kekeluargaan semkin terasa disini. Satu teman kita pindah sekolah, dan yang lebih mengejutkan lagi di akhir semester gasal kita kehilangan salah satu teman kita yang amat kita sayangi. Yang telah banyak berkorban untuk kelas kita, yang berusaha menyelesaikan desain jaket seindah mungkin sebelum dia jatuh sakit.  Tuhan lebih menyayangi dia, rasa  kehilangan dirasakan oleh semua anggota (KANSAS). Yah kansas adalah nama sebutan untuk kelas kita. Tapi apa daya kita hanya bisa berdoa yang terbaik untuk sahabat kita.

Waktu begitu cepat berjalan, ujian nasional di depan mata. mau tidak mau sebentar lagi kita hrus berpisah. Bukan berpisah untuk selamanya, tetapi berpisah untuk mencari jalan kesuksesan masing-masing. Lantas apakah kebersamaan ini cukup sampai disini?? tentu tidak. Komunikasi diantara kita masih berjalan dan sillaturahmi diantara kita tidak putus begitu saja. Kami mengadakan buka bersama setiap tahunnya. Sehingga silaturahmi dintara kita tetap terjaga. walaupun sangat tidak mudah untuk menyatukan kita yang sudah berbeda sekolah. Apalagi untuk tahun ini, beberapa anggota KANSAS merantau untuk melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi ada juga yang sudah bekerja. tetapi kendala itu tidak menyurutkan semangat kami untuk tetap mengadakan acara tahunan.

Dengan susah payah panitia menyelenggarakan acara tersebut. walaupun tidak semuanya datang, karena memang saat ini sudah mempunyai tanggung jawab masing-masing yang munkin memang tidak bisa ditinggalkan. tetapi kebahagiaan terlihat jelas di raut wajah semua anggota KANSAS yang hadir. Dan insyaallah acara tahunan ini akan terus berlanjut hingga manisnya kebersamaaan ini tidak pudar sedikitpun. :)

Monday, July 21, 2014

Pasar Legi Jatinom

"Legi" dalam bahasa jawa berarti manis, selain itu legi juga merupakan salah satu nama hari pasaran yang merupakan siklus pekan dalam masyarakat jawa. Ada 5 hari dalam siklus pekan masyarakat jawa yang biasa disebut Pancawara. 5 hari itu adalah legi, pahing, pon, wage, kliwon.

Ada tradisi unik di bagian utara kabupaten Klaten, tepatya di Jatinom, Klaten. ketika hari pasaran "legi" di Jatinom ada pasar dadakan yang biasa disebut "Pasar Legi". Pasar tersebut menjajakan berbagai macam kebutuhan. mulai dari pakaian, barang-barang kebutuhan rumah tangga, sepeda, hewan ternak dan masih banyak lagi. Barang-barang tersebut ada yang dijual dalam kondisi baru mupun dalsm kondisi bekas. tentunya dengan harga yang jauh lebih murah dibanding dengan harga ditoko. tetapi jangan khawatir karena kualitasnya nggak kalah sama yang dijual di toko. Sensasi membeli juga lebih terasa karena harga dapat ditawar. Tradisi ini sudah lama ada dan sampai sekarang masih dibudayakan. Bahkan bisa dikatakan pasar legi tak pernah sepi pengunjung.

Belanja di pasar tradisional itu murah tetapi kualitasnya tidak murahan. Jadi jangan gengsi untuk sekedar mampir dan belanja di pasar tradisional. kalau bukan kita siapa lagi yang akan melestarikan kebudayaan.  cintai produk dan budaya dalam negri.

Sunday, July 20, 2014

Pesan Sahabat

Sahabat.....
Sosokmulah yang senantiasa menghiasi setiap langkahku, kasih sayangmulah yang selalu menjadi stimulan untukku, canda tawamu yang selalu menghadirkan senyumanku. Suka duka kita lewati bersama,
kebersamaanlah yang menjaga hubungan kita.

Seiring dengan berjalannya waktu,aku dan kamu semakin tumbuh, tumbuh menjadi mnusia yang lebih baik lagi, tumbuh menjadi manusia yang lebih berguna. Tak bisa dipugkiri, jalan kita tak selalu sama, Tuhan tidak menakdirkan kita untuk sealu berjalan di rute yang sama. Karena memang tak selamanya kita berada di dalam fase ini, fase dimana belum ada kedewasaan di dalamnya.

Hari demi hari berganti, pola pikirpun juga seharusnya berganti. Inilah yang mengharuskan kita megambil jalan kita masig-masing. Karena pada dasarnya perkembangan pola pikir masing-masing orang sangatlah berbeda. Dan ketika perbedaan itu muncul, lantas apakah seorang sahabat harus meninggalkan sahabatnya??? Meninggalkan sosok yang selama ini mendampinginya, sosok yang selama ini menjadi penguatnya. Secara fisik memang pasti seorang sahabat dengan berat hati akan meniggalkan sahabatnya, tetapi dari hati kecilnya??? saya rasa sahabat sejati itu tidak akan pernah melupakan sahabatnya. dia akan selalu rindu kepada sahabatnya. bahkan hal sekecil apapun yang pernah dilakukan dengan sahabatya akan selalu terekam di memorinya.

Inilah yang dinamakan sahabat sejati, sampai kapanpun tali silaturahminya tidak akan terputus. Saling mengerti dan tolerasi terhadap sahabatnyalah yang menjadi kunci utama langgegnya sebuah persahabatan. Ingatlah sahabatmu ketka dia jauh, peluklah dengan penuh kasih sayang ketika di dekat. Sahabatmu tak menginginkan apapun darimu, mereka hanya ingin kamu selalu mengingatnya, walau hanya sekedar menanyakan kabar. Mereka tidak menginginkn lebih dari itu

Mari kita merenung, apakah kita sudah melakukan yang terbaik untuk sahabat kita? apakah kita senantiasa merindukannya ketika kita jauh? apakan kita senantiasa mendoakannya?? apakah kita masih merekam semua memori tentang kebersamaan dengannya? atau apa kita sudah menghapusnya???

sahabat itu bukan dia yang selalu ada saat kita bahagia tetapi sahabat sejati itu selalu ada saat kita sedang bahagia maupun sedih. Dan sahabat itu tidak mengenal jarak dan waktu. Sejauh apapun jarak yang memisahkan, selama apapun mereka tidak bertemu, itu bukan alasan untuk memutuskan sebuah persahabatan. karena sejatinya tidak ada mantan sahabat di dalam kamus kehidupan.

tetaplah jalin persahabatan hari ini, besok, lusa dan selamanya.

Thursday, July 17, 2014

dari Bersyukur Menjadi Kebahagiaan

Bersyukur adalah suatu kata yang sangat simpel untuk diucapkan, tetapi tidak untuk dilakukan. Pada dasarnya bersyukur berarti berterimakasih atas apa yang telah Allah berikan kepada kita, atas apa yang Allah anugerahkan kepada kita. Allah telah memberika apapun yang kita butuhkan. tapi belum tentu juga Allah memberikan apa yang kita inginkan. terkadang kita menginginkan sesuatu yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Misalnya kita ingin mobil mewah hanya karena gengsi, padahal sebenarnya kita belum butuh itu, dan hal yng sebenarnya kita butuhan malah dikesampingkan. Itulah yang terkadang membuat manusia berargumen bahhwa Allah tidak adil. Mengapa teman-teman bisa naik mobil mewah, bisa punya rumah bagus, sedangkan dia hanya hidup dalam kesederhaan. Dan hal itu juga merupakan salah satu faktor ketidaksyukuran manusia terhadap Sang Pencipta. Padahal kalau kita kaji ulang, Allah itu telah memberikan kehidupan untuk kita, mata yang bisa melihat keindahan alam, telinga yang bisa mendengarka nasehat-nasehat dan lantunan ayat suci, mulut yang tidak kaku untuk bersyahadat dan selalu mengucap namaNYA, anggota tubuh yang bisa digunakan untuk menjalankan perintahNYA (sholat). Itu semua hanya sebagian kecil dari anugerah yang diberikan Tuhan. Karena kita sebagai manusia biasa tidak bisa menghitung anugerah yang telah Tuhan berikan kepada kita, anugrah yang sungguh banyak. Mengapa kita masih mengeluh dengan apa yang sudah kita miliki??toh apapun yang kita miliki ini sebenarnya hanyalah titipan Tuhan yang harus digunakan dengan baik dan harus dipertanggungjawabkan nantinya. gunakan apapun yang telah diberikan Tuhan untuk selalu berkarya demi keluarga, agama, nusa dan bangsa. dengan begitu insyallah kita akan senantiasa bersyukur. Dengan bersyukur hidup kita akan menjadi tenang, menerima apapun yang diberikan Allah, tidak mengeluh, itulah awal dari sebuah kebahagiaan. Karena pada dasarnya bukan kebahagiaan yang membuat kita bersyukur, tetapi dengan bersyukur kita akan jauh lebih bahagia.

Friday, July 11, 2014

memaafkan dari hati bukan hanya lisan

maaf........
sebuah kata yang sangat tidak asing dalam keidupan kita. begitu mudahnya lidah mengucapkan kata maaf, tetapi hatinya????sungguh mudah lidah ini berucap maaf dan berucap kita memaafkan kesalahan orang lain. tetapi tak mudah hatinya untuk pulih kembali seperti semula. karena sedikit saja goresan yang melukai hati, dapat membekas dan bahkan semakin dalam. tak jarang orang berargumen " memaafkan itu mudah tetapi untuk mengembalikan kepercayaan itu yang susah". untuk apa lisan berucap memaafkan ketika hati masih saja tidak bisa menghapus luka itu, setidaknya menutupi luka itu dengan rasa cinta dan kasih sayang. jika saja kepercayaan itu belum kembali sama saja hati kita belum bisa memaafkan.

Tuhan saja selalu memaafkan kesalahan umatnya, walaupun umatnya itu berulang kali melakukan kesalahan kepadaNYA. Tuhan yang maha kaya saja juga kaya maaf. sedangkan kita sebagai manusia yang punya segudang kekurangan dan kesalahan, yang sering meminta maaf kepada Tuhan. apa kita pantas untuk tidak memaafkan kesalahan orang lain? seberapa besar kesalahan orang terhadap kita, pasti ada titik tengah yang bisa diambil dan diselesaikan dengan baik. sabar adalah kunci utama dari memaafkan. ketika kita sabar menghadapi apapun ujian, apapun cobaan dari Tuhan, dengan mudah hati kita akan memaafkan kesalahan orang lain tanpa lisan harus berbicara. karena sama saja kita akan menjadi eorag yang munafik ketika lisan kita bisa memaafka tetapi hati kita masih menyimpan dendam. sungguh dendam adalah penyakit hati yang harus kita jauhi.

belajarlah bersabar dan ikhlas memaafkan orang lain dari hati, bukan hanya dari lisan jika kita tidak mau mejadi seorang yang munafik.

Thursday, July 10, 2014

KERINDUAN

saya nggak tahu apa yang sedang saya rasakan saat ini.
 yang jelas rasa rindu ini semakin nyata,

tergambar jelas wajah sahabat-sahabatku,
tergambar jelas wajah orang-orang yang mengisi hidupku selama aku tiggal disana.
rindu akan tempat indah itu, tempat yang nyaman, yang saat ini sedang aku cari,

bukan tepatnya yang terpenting, tetapi kenyamanannya saat berada disana,
kehangatan kekeluargaan yang sangat kental,
entah apa yang kurang saat ini,
yang jelas rasa nyaman itu belum muncul sama sekali,
 yang ada hanya kegelisahan ,
apa karena aku lupa bersyukur??
apa aku lupa punya mutiara-mutiara yang selalu menyinari hari-hariku??



 entahlah, rasa nyaman seakan semakin menjauh dan kegundahan semakin menyerang,
rindu ini semakin menusuk dalam hatiku.
air mata ini tak terbendung lagi, mengalir begitu deras,
mengalir bersama memori yang aku putar kembali ke masa silam,
masa yang begitu indah, masa yang begitu damai,
 masa yang nggak akan terulang,
ketika saya menemukan lingkungan baru , semuanya terasa hambar,
setelah saya sadari, aku bukan hanya rindu akan lingkungan itu atau bahkan tempat itu

tetapi aku rindu dengan semua aspek yang ada di dalamnya.
karena itu adalah satu kesatuan yang takkan terpisahkan.

segila-gilaya seorang sahabat dia akan tetap menyayangi sahabatnya,
dia akan tetap melindungi sahabatnya walaupun dari jarak jauh,
dia akan tetap memiliki rasa kerinduan terhadap sahabatnya.
dan semoga kita dikaruniai sahabat sejati yang sangat menyayangi kita.

Saturday, June 14, 2014

Anugrah Terindah

perubahan

00.15 4  Agustus 2013

nggak terasa tinggal hitungan hari lagi aku harus melawan kerasnya kota Semarang.
dan bertahan di kota yang bisa dibilang lebih besar tantagannya dibanding kota Solo,
kota perantauanku sebelumnya.
disanalah perubahan hidup dan pola pikirku harus terjadi.
disanalah penentuan hidupku selanjutnya
disana pulalah nasibku tergantung.
aku harus berusaha merubah semuanya menjadi indah.

I WILL BE A CHAMPION. :)

persimpangan

terombang-ambing ditengah lautan tanpa kita tahu arah,
arah yang bisa menghantarkan kita ketempat yang kita inginkan.
sungguh keadaan yang sangat sulit.

belum jelas di belahan dunia mana aku akan singgah,
dipersimpangan mana aku harus belok,
dan melukis cerita indah disana.
proses panjang yang semoga berakhir indah.

aku yakin....
kemauan dan tekat yang besar akan merubah semuanya.
merubah yang awalnya tidak mungkin menjadi sangat mungkin...

sebuah keikhlasan

dendam itu bukan hal yang terbaik untuk melupakan dan menyelesaikan masalah.
yang lalu biarlah berlalu.
yang terpenting saat ini adalah bagaimana dapat meraih cita-cita,
dan membahagiakan orang-orang disekitar kita.
hidup adalah sebuah kompetisi.
kalau kita nggak mau kalah, kita harus berusaha lebih keras lagi.
dan FOKUS adalah kunci utamanya.
nggak perlu berusaha melupakan masa lalu.
jadikan masa lalu sebagai pelajaran.
nggak perlu benci kepada seseorang yang pernah menyakiti kita
karena sebenarnya merekalah yang memberi pelajaran kepada kita sebuah kesabaran.

Sunday, March 16, 2014

RACANA jadi Relawan



Sabtu, 25 Januari 2014 8 anggota RACANA Ahmad Dahlan-Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Semarang  menjadi relawan korban banjir di Sayung, Demak. Mereka mendirikan posko banjir bersama dengan MDMC kota Demak. Tutut Alfiah selaku ketua koordinasi dari RACANA Ahmad Dahlan-Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Semarang mengungkapkan bahwa mereka akan berada di Sayung untuk 3 hari kedepan. Para relawan bertugas untuk mengolah bahan makanan yang sudah ada untuk dijadikan nasi bungkus. Nasi-nasi bungkus tersebut dibagikan kepada seluruh korban banjir yang tetap tinggal dirumah. Nasi bungkus dibagikan sehari 2 kali dipagi dan sore hari. Selain membagikan nasi bungkus, anggota RACANA Ahmad Dahlan-Siti Wlidah juga membawa obat-obatan untuk korban yang membutuhkan.





ANALISIS INTRINSIK DAN EKSTRINSIK



ANALISIS INTRINSIK DAN EKSTRINSIK
Cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “
A. Unsur Intrinsik
Unsur Intrinsik adalah Unsur yang membangun karya Sastra dari dalam karya satra itu sendiri.
1. Tema
*     Tema adalah inti atau landasan utama pengembangan cerita yang akan diungkapkan oleh pengarang dalam ceritanya.
Tema dalam cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “ adalah pendidikan.
2. Alur
*     Alur adalah jalan cerita atau tahapan serta pengembangan cerita. Dari mana pengarang memulai dan mengakhirinya.
Di dalam cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “ menggunakan alur maju yang terlihat pada halaman 4.
“Ujian Nasional usai dan sekarang saatnya Jully untuk menghadapi test penerimaan siswa baru. Jully melaksanakan test dengan sedikit ragu untuk bisa diterima karena persaingan yang sangat ketat. Peserta yang mengikuti test sekitar 800 orang padahal yang bisa masuk hanya 150 siswa. Ortangtua Jullypun juga sangat cemas dan takut jika Jully tidak diterima nantinya.
Seminggu setelah test berlangsung pengumumanpun keluar. Jully masuk didalam daftar siswa yang diterima.”
Pada penggalan tersebut jelas menunjukkan bahwa cerpen tersebut menggunakan alur maju. “Ujian Nasional usai dan sekarang saatnya Jully untuk menghadapi test penerimaan siswa baru”, kemudian dilanjutkan pada paragraf berikutnya yang berisi “Seminggu setelah test berlangsung pengumumanpun keluar. Jully masuk didalam daftar siswa yang diterima”
3. Latar
*     Latar cerita adalah gambaran tentang waktu, tempat,dan suasana yang digunakan dalam cerita yang memperkuat serta menghidupkan jalan cerita.
Di dalam cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “ menggunakan latar suasana dan tempat.
  1. Latar tempat           :
-        Di rumah yang ditunjukkan pada halaman 3 “Sampai suatu ketika ada saudara jauhnya yang berkunjung kerumahnya, Susan namanya.”
-        Di sekolah yang ditunjukkan pada halaman 4 “Jully melaksanakan test dengan sedikit ragu untuk bisa diterima karena persaingan yang sangat ketat.”
  1. Latar suasana         :
-        Tidak disangka ( terkejut) yang ditunjukkan pada halaman 4 “Jully masuk didalam daftar siswa yang diterima. Dan tidak disangka, Jully ternyata masuk 10 besar dari semua peserta yang mengikuti tes.”
-        Bangga, bahagia yang ditunjukkan pada halaman 4 “Dengan bangga Jully membawa kabar bahagia itu kepada orangtuanya.”
-        Bimbang yang ditunjukkan pada halaman 1 “Memasuki semester terakhir di sekolah ( kelas IX semester genap), dia mulai bimbang untuk menentukan bagaimana kelanjutan pendidikannya. Dia berkeinginan untuk melanjutkan ditingkat SMA, tetapi dia juga harus sadar bahwa penghasilan orangtuanya sangat pas-pasan.”
-        Kecewa yang ditunjukkan pada halaman 2 “. Namun, keluarga kecil itu akhirnya kecewa setelah tau besarnya biaya untuk bisa masuk disekolah itu dan biaya-biaya lain seperti uang sekolah, buku dan lain-lain.
-        Terharu yang ditunjukkan pada halaman 4 “Tetapi tak disangka Susan malah menjawab : ”kenapa harus pinjam??kan saya sudah sanggup menyekolahkan”
Mendengar perkataan seperti itu ibu Jully menangis terharu dan mengucap syukur atas apa yang telah diterimanya. Dan sekarang Jully sudah bisa bersekolah di tempat yang dia inginkan.”
4. Tokoh dan Perwatakan
*     Tokoh adalah cara pengarang menggambarkan para tokoh didalam cerita, sedangkan perwatakan adalah penggambaran karakter serta perilaku tokoh-tokoh cerita.
Tokoh dan perwatakan dalam cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “ adalah :
-        Jully    : tidak mudah menyerah yang dapat dilihat pada halaman 3 “Jully tidak patah semangat, walaupun dia belum tahu bagaimana kelanjutan pendidikannya nanti, dia tetap belajar dengan sungguh-sungguh. Dia ingin menunjukkan hasil yang terbaik untuk orangtuanya dan ingin membanggakan orangtuanya. Dan dia juga ingin mewujudkan keinginannya, dia ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa dia bisa.”
-  Ibu Jully : bijaksana yang dapat dilihat pada halaman 2 “Dan ujung-ujungnya ibunya hanya bisa berkata : “ jika Tuhan mengijinkan kamu bersekolah disitu, Tuhan pasti akan menunjukkan jalanNya, serahkan semua kepada Tuhan . Kata-kata itu yang selalu terucap diakhir pembicaraan setiap kali mereka membicarakan sekolah lanjutan.”
-        Susan : baik hati dan suka membantu yang ditunjukkan pada halaman 3 “Jullypun mengambil raportnya, setelah susan mengamati beberapa nilai jully akhirnya Susan mengambil keputusan untuk membantu biaya sekolah Jully nantinya.”
5.      Sudut Pandang
*     Sudut Pandang pengarang adalah posisi pengarang dalam cerita.
                        Dalam cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “ menggunakan sudut pandang orang ketiga yang dibuktikan dengan kata “Dia”
6.      Amanat
*     Amanat adalah pesan moral atau nasehat yang disampaikan oleh pengarang melalui cerita yang dikarangnya.
Amanat dalam cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “ adalah tidak ada yang tidak mungkin terjadi jika kita mau berusaha dan terus berdoa. Karena Tuhan selalu sayang kepada orang yang sabar dan mau berusaha. Dan sesulit apapun itu jika Tuhan menghendaki pasti Tuhan akan memberikan jalan.

7.      Bahasa
*     Bahasa adalah cara pengarang menyampaikan suatu cerita dengan berbagai macam kata yang memiliki arti tersendiri.
Bahasa yang digunakan dalam cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “ adalah bahasa Indonesia.
B. Unsur ekstrinsik
Unsur ekstrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra dari luar karya satra tersebut.
Dalam cerpen “ Malaikat Penyelamat Impianku “ menggunakan latar belakang (pengalaman) pengarang sebagai bahan inspirasinya. Yaitu tentang pengalaman pengarang saat dia ingin meraih impian di salah satu sekolah yang dia inginkan. Dan saat kesulitan biaya menjadi masalah utama dalam menggapai impian tersebut, datanglah seorang malaikat yang dikirimkan Tuhan untuk membantu penulis mewujudkan impiannya. Setelah terus berusaha dan berdoa serta dengan bantuan tersebut akhirnya penulis bisa menuntut ilmu di sekolah yang dia inginkan.